Kasus DBD mulai muncul di Barito Timur

0
26

Dinas Kesehatan Kabupaten Barito Timur Kalimantan Tengah sedang melaksanakan aksi ‘fogging focus’ atau pengasapan terpusat pada beberapa titik di wilayah Kabupaten Barito Timur. pengasapan dilakukan pada lokasi-lokasi yang ditemukan kasus penyakit DBD positif lebih dari satu kasus. Tujuannya agar penyakit mematikan itu tidak berjangkit dan mewabah. Pengasapan dilakukan pada areal rumah warga yang terkena penyakit DBD positif dengan radius hingga 100 meter, Saat ini sudah ditemukan 23 kasus penyakit mematikan tersebut diwilayah Kabupaten Barito Timur.

Dinas Kesehatan Kabupaten Barito Timur Kalimantan Tengah mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap penyakit demam berdarah dengue (DBD), pengasapan bukanlah solusi tepat dalam penanganan DBD karena hanya memberantas nyamuk dewasa. Langkah yang harus dilakukan adalah melakukan pola hidup bersih dan sehat mulai dari diri sendiri maupun lingkungan. Mulai kebersihan rumah hingga pekarangan. Masyarakat harus peduli melindungi diri dari penyakit DBD dan penyakit lainny.

Jika ada benda yang bisa menampung air maka sebaiknya dikubur maupun dikuras secara rutin. Dampak positif dari pemberantasan nyamuk DBD dengan Gerakan Kebersihan dan Pemberantasan Sarang Nyamuk melalui kegiatan 3M plus dirasakan sangat potensial. Kegiatan 3M plus yakni menguras dan membersihkan tempat penampungan air, menutup rapat tempat penampungan air, memanfaatkan atau mendaur ulang barang bekas yang dapat menjadi tempat berkembang biak nyamuk aedes aegypti.

Warga juga diharapkan bisa menggunakan bubuk abate untuk memberantas nyamuk dalam fase larva atau jentik. Pengendalian nyamuk menggunakan dengan menjaga kebersihan dan penggunaan bubuk abate merupakan salah satu kiat pencegahan penyakit DBD yang dinilai efektif, karena menekan perkembangan nyamuk.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here