Kasus Jojon Sabu mulai disidangkan

0
13

Jonedi alias Jojon yang menjadi anggota sindikat pengedar narkotika jenis sabu, menjalani sidang pada Pengadilan Negeri Palangka Raya, Rabu (5/2/2020). Jojon didakwa menjadi bagian dari pengedar 1 kilogram sabu milik narapidana Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Palangka Raya. Saat tertangkap hanya tersisa 48,9 gram sabu yang Jojon miliki.

Perkara bermula ketika Jojon mendapat telepon dari narapidana bernama Kalam, Minggu (13/10/2019) sore. Dia menyuruh Jojon berangkat ke Pelantaran, Kabupaten Kotawaringin Timur untuk mengambil sabu dan nanti akan mendapat ongkos jalan. Saat Jojon setuju, Kalam mengirimkan uang Rp1 juta ke rekening Jojon. Setelah mengambil uang, Jojon berangkat menuju Pelantaran menggunakan mobil Toyota Agya nopol KH 1816 TK. Sesampainya di lokasi yang disepakati, Jojon menerima 2 paket sabu seberat 1 kilogram dari seseorang yang tidak dia kenal. Sepulangnya ke Palangka Raya, Jojon menyerahkan sabu kepada Melky yang kemudian membaginya menjadi 3 paket. Sabu seberat 900 gram untuk Melky, 50 gram sabu untuk diletakkan Jojon di bawah pohon Jalan Junjung Buih II.

Sebanyak 48,9 gram sabu masih disimpan Jojon sembari menunggu arahan dari Kalam. Tapi lama kelamaan, aktivitas Jojon terpantau polisi. Ketika Jojon sedang berkendara di Jalan Tjilik Riwut, polisi menyergapnya dan menemukan 48,9 gram sabu dalam mobilnya. Dalam persidangan, Jaksa Penuntut Umum menjerat Jojon dengan Pasal 114 ayat 2 dan Pasal 112 ayat 2 UU RI No 35/2009 tentang Narkotika.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here